Expired : 18.06.18

Hendak ziarah kubur pun tiada

“ORANG lain meninggal dunia, kuburnya kita tahu tetapi Muzi hendak ziarah kuburnya pun tiada.


“Sampai kering sudah air mata saya ini. Terasa sakitnya lain sangat hanya Allah saja tahu,” kata Saemah Sidek,76. Saemah berkata, selama ini kudrat tuanya setia menanti khabar berita, namun sampai sekarang tiada jawapan pasti mengenai misteri kehilangan pesawat MH370 yang dinaiki anaknya, Muzi Yusop,50, lima tahun lalu.


“Sedih memang tak akan pernah hilang sejak hari kejadian (8 Mac 2014) tetapi hendak meratapi dan menangis pun saya sudah penat.


“Kalau yang diharapkan itu ada tak apa ini orangnya tiada, bangkai pesawat pun tak jumpa.


Hendak dikenang-kenangkan sangat pun tak guna, saya berserah dan reda saja bagi mengubati hati saya,” katanya ketika ditemui di kediamannya di Kampung Jenjarom di sini.



Menurut Saemah, sebagai manusia biasa, jauh di sudut hatinya dia sentiasa merindui anak sulungnya itu.


“Ciuman dan pelukan terakhir Muzi (sebelum menaiki pesawat) tidak dapat saya lupakan. Kadangkadang masih terngiang-ngiang suara dia memanggil-manggil saya di luar rumah.


“Untuk menenangkan jiwa, setiap hari saya berdoa, jika dia masih hidup moga-moga sihat hendaknya.


“Tetapi, jika sudah takdirnya begitu (meninggal dalam tragedi nahas MH370) hanya doa saya kirimkan semoga rohnya tenang dan sejahtera di sana,” katanya.


Katanya, meskipun mereka sekeluarga sudah dapat meneruskan kehidupan masing-masing, namun tetap berharap misteri kehilangan anaknya serta penumpang MH370 itu dapat dibela dan dirungkai secepat mungkin.


“Dalam hati saya kuat kata dia (Muzi) memang sudah tiada, jadi memang saya sudah pasrah dan reda.


“Cuma perlukan bukti tanda dia sudah pergi. Kami mahu bangkai pesawat itu dicari sampai jumpa baru puas hati kami,” katanya.


Muzi, antara 239 penumpang serta kru kabin pesawat MH370 yang terputus hubungan ketika dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing China, 8 Mac 2014.


Norlida Ishak Shop